Penyediaan Peta Skala Besar, Upaya Percepatan Penyelesaian Rencana Rinci Tata Ruang

Jakarta, (26/11). Dalam rangka percepatan penyelesaian Rencana Rinci Tata Ruang (RRTR), Sekretariat Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional (BKPRN) melakukan fasilitasi dan koordinasi dengan Kementerian/Lembaga di tingkat Eselon II untuk melakukan pembahasan dan konfirmasi mengenai prioritas (kriteria dan lokasi) RRTR untuk tahun 2015-2019, pembahasan prioritas penyediaan peta skala besar (skala 1:5.000), terutama untuk tahun 2015, serta pembahasan dan penyepakatan rencana tindak lanjut untuk percepatan penyelesiaan RRTR tersebut.

Pertemuan bertempat di Ruang Rapat SS 3, Gedung Kementerian PPN/Bappenas, dan dihadiri oleh Direktur Fasilitasi Penataan Ruang dan Lingkungan Hidup, Ditjen Bina Bangda, Kemendagri; Direktur Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah I, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat; Kepala Pusat Atlas dan Tata Ruang, BIG; Pusat Pemetaan Rupabumi dan Toponim, BIG; Direktorat Pembinaan Penataan Ruang Daerah Wilayah II, Kementerian PU dan Perumahan Rakyat; Biro Perencanaan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang; Direktorat Tata Ruang Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, KKP; Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan, Kementerian Pertanian; serta Direktorat Pengembangan Wilayah, Bappenas.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Tata Ruang dan Pertanahan, Kementerian PPN/Bappenas, Ir. Oswar Mungkasa, MURP, selaku Ketua Tim Pelaksana Sekretariat BKPRN, mengungkapkan bahwa fasilitasi percepatan penyusunan RRTR ini sudah dilakukan semenjak Juni 2014 melalui pengiriman data dan konfirmasi kepda Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, namun sampai saat ini belum didapatkan kesepakatan mengenai kebutuhan penyediaan peta skala besar untuk penyusunan RRTR. Sebagai data awal, diketahui bahwa kebutuhan penyediaan peta skala rinci untuk penyusunan RRTR untuk tahun 2015-2019 sebesar 692 RRTR (582 RRTR kabupaten dan 110 RRTR kota). Melalui pertemuan ini diharapkan didapatkan konfirmasi mengenai kepastian data kebutuhan peta RRTR beserta kriteria prioritas penyediaan peta skala besar tersebut.

Program penyediaan peta skala besar untuk penyusunan RRTR baru berjalan selama 2 tahun dan selama ini kendala utama yang dihadapi adalah minimnya dana untuk penyedian peta serta SDM yang ahli di bidang perpetaan. Penyediaan peta skala besar membutuhkan biaya yang besar dan waktu yang lama. Untuk kebutuhan peta RRTR membutuhkan ketelitian peta 3 dimensi (hingga memperlihatkan kontur untuk menunjukkan profil kemiringan lahan), namun ini sangat mahal (biayanya sekitar 2 kali lipat penyediaan peta 2 dimensi). Selain itu, penyediaan peta skala besar ini juga terkendala masalah teknis yaitu lambatnya aliran data citra tegak dari LAPAN. Sementara, SDM yang ahli di bidang perpetaan masih terbilang tidak sebanding dengan kebutuhan penyediaan peta.

Pada pertemuan ini disepakati bahwa kebutuhan peta skala besar hingga tingkat kedetailan kontur disiasati dengan penyediaan peta skala besar dengan kualitas 2 dimensi (tanpa kontur), dengan profil kemiringan lahan disiasati menggunakan data kontur dari peta RBI skala 1:25.0000. Sementara itu, peningkatan SDM yang ahli di bidang perpetaan dapat dilakukan dengan kemitraan dengan daerah untuk penyediaan peta skala rinci melalui pelatihan-pelatihan kepada daerah. BIG saat ini sedang dalam proses merancang Peraturan Kepala Badan (bentuk operasionalisasi dari PP No. 9 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan UU No. 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial). Rancangan Peraturan Kepala Badan tersebut berisi ketentuan (NSPK) yang ditujukan kepada daerah jika mereka ingin menyusun peta sendiri.

Pada pertemuan ini juga disepakati bahwa wilayah yang menjadi prioritas penyediaan peta RRTR adalah wilayah dengan status KSN dan kawasan perkotaan. Diusulkan pula bahwa daerah yang sudah menetapkan RTRW terlebih dahulu serta daerah-daerah yang telah mengalokasikan penyusunan peta skala rinci dalam RKPD mereka untuk diprioritaskan dalam penyediaan peta skala rinci.

Dengan kemampuan penyediaan peta skala rinci (dengan keteliatan peta 2 dimensi) oleh BIG seluas 1.000.000 ha/tahun, serta perkiraan bahwa luasan kawasan untuk RRTR ±10.000 ha maka ditargetkan setiap tahunnya dapat dihasilkan sekitar 100 peta skala rinci. Sehingga target penyelesaiaan RRTR sesuai dengan data kebutuhan peta 2015-2019 optimis dapat terselesaikan, tentunya dengan dukungan data lokasi prioritas penyediaan peta RRTR dari Kementerian PU dan Pekerjaan Umum. [ZH]

Berita Terkait