Smart Planning Approach: Fokus pada Keterbukaan Informasi

Jakarta, (27/11). Sekretariat Badan Koordinasi Penatanaan Ruang Nasional (BKPRN), Kementerian PPN/Bappenas bekerjasama dengan Tim Dana Mitra Lingkungan mengadakan seminar mengenai Pengenalan Smart Planning Approach dan Keterkaitannya dengan Penataan Ruang.

Pada kegiatan yang dibuka dan dipimpin oleh Direktur Tata Ruang dan Pertanahan Kementerian PPN/Bappenas, Ir. Oswar Mungkasa, MURP ini menghadirkan tiga narasumber, yakni: (i) Prof. Budi Priyatno, UGM; (ii) Tim Dana Mitra Lingkungan yang diwakilkan oleh Wied W. Winaktoe; serta (iii) Ir. Steef Buijes, PUM Senior Expert. Turut hadir pula beberapa perwakilan dari K/L dan Pemda Provinsi Jawa Tengah.

Pada pemaparannya, Prof. Budi menjelaskan bahwa Smart Planning Approach merupakan konsep masa depan yang fokus pada keterbukaan informasi. Penerapan konsep ini perlu didukung oleh kerjasama yang solid dan bersinergi antara semua pemangku kepentingan (akademisi, pelaku bisnis, pemerintah pusat dan daerah serta komunitas). Selain itu, leadership yang kuat perlu mendasari sifat dari setiap pemangku kepentingan.

Sementara, Wied mengungkapkan bahwa penerapan Smart Planning Approach ini dapat diaplikasikan pada pengelolaan DAS Ciliwung yang saat ini tengah dalam proses revitalisasi. Wied juga menambahkan, Smart Planning Process yang menginternalisasi environmental, social, smart growth merupakan arah yang penting didukung sebagai terobosan cara membangun ruang (perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemantauan) multisektor.

Lebih lanjut, Steef menegaskan bahwa ada dua hal yang menjadi penentu faktor pembangunan, yaitu aktivitas ekonomi dan demografi. Jumlah demografi perlu menjadi pertimbangan khusus jika hendak melakukan pembangunan ke depan. Selain itu, pelestarian kota-kota lama seperti Kota Lama Semarang menjadi salah satu hal penting yang harus dilakukan ke depan. Pembangunan dan pelestarian Kota Lama (Urban Heritage) dapat menopang perkembangan ekonomi dan pariwisata untuk mewujudkan Smart City. Tentunya, seluruh pihak harus turut serta dan konsisten dalam pelaksanaannya.

Penerapan konsep Smart Planning Approach dilakukan guna mewujudkan Smart City yang memang tidak mudah. Namun Indonesia perlu yakin bisa melakukannya karena tools-nya yaitu ICT telah tersedia sebagai contoh Kota Surabaya. Selain itu, kecenderungan perkembangan Smart City adalah di kota yang perkembangan industri kreatifnya maju. Untuk itu, perlu dicermati dukungan pemerintah dalam pengembangan industri kreatif di Indonesia. [CR]

 

Berita Terkait