Mulai Dibebaskan, Lahan Jalan Tol Semarang-Solo

Semarang, Kompas - Setelah terkatung-katung selama tiga tahun, proyek jalan tol Semarang-Solo sepanjang 75 kilometer mulai digarap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Lahan tol seksi I ruas Kota Semarang-Ungaran sepanjang 12 kilometer telah dibebaskan seluas 70,7 hektar dari kebutuhan lahan seluas 136,4 hektar.

Ketua Tim Supervisi Pembangunan Proyek Tol Semarang-Solo HM Tamzil menyatakan, Senin (13/10), lahan yang dibebaskan untuk konstruksi jalan tol meliputi 2.895 bidang. Warga yang sudah mendapat ganti rugi, tetapi masih tinggal di lokasi, harus pindah paling lambat akhir Desember 2008. Pengerjaan konstruksi jalan tol dijadwalkan awal Januari 2009.

Pada akhir September, Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Kota Semarang telah membayar ganti rugi untuk 58 dari 342 bidang tanah di Gedawang sehingga masih ada 284 bidang tanah yang belum terbayar.

Saat ini, kelurahan yang sudah mendapat pembayaran ganti rugi adalah Sumurbroto, Padangsari, Gedawang, dan Jabungan. ”Pekan depan kami mulai memproses pembayaran ganti rugi di Kelurahan Pudakpayung dan Pedalangan,” kata Ketua P2T Kota Semarang Abdul Madjid.

Sebelumnya, Ketua Tim Pengadaan Tanah Kota Semarang Suyoto mengatakan, pembayaran berjalan alot dan sulit untuk menuruti harga yang diminta masyarakat.

Tamzil mengakui, upaya pembebasan lahan terutama di permukiman padat di Kota Semarang dan Ungaran, Kabupaten Semarang, sangat berat. Penyebabnya, warga permukiman yang dilalui proyek jalan tol mengajukan penawaran ganti rugi lahan cukup tinggi.

Warga meminta Rp 2,5 juta per meter persegi. Adapun pemerintah hanya mampu memberi ganti rugi tertinggi Rp 1,7 juta per meter persegi.

Untuk pembebasan lahan seksi I ruas Semarang-Ungaran, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 195 miliar dari kebutuhan total pembebasan lahan Rp 365 miliar.

Tamzil mengemukakan, pembangunan ruas tol Semarang-Ungaran sesuai kondisi medan yang berbukit perlu penambahan konstruksi satu jalan layang dan empat bentangan jembatan.

Jalan layang akan membentang mulai Jatingaleh-Srondol hingga Pudakpayung di Kota Semarang. Empat jembatan terdiri dari dua jembatan Banyumanik, ditambah jembatan Pudakpayung dan jembatan Penggaron.

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah Danang Atmodjo mengatakan, sesuai dengan rencana induk, proyek tol Semarang-Solo akan melewati Semarang-Ungaran-Bawen-Salatiga-Boyolali-Sukoharjo-Karanganyar. Proyek ini akan tembus ke tol Solo-Mantingan di Jawa Timur. Pada tahun 2006, proyek tol Semarang-Solo direncanakan menelan biaya Rp 6,7 triliun dan diharapkan selesai tahun 2010. (WHO/DEN)

Berita Terkait